Cinta Beda Agama? Bolehkah?

Gambar
“Kekuatan cinta mampu menaklukkan segalanya.” Slogan tersebut kerap melekat pada objek abstrak bernama cinta. Dan aku   yakin slogan tersebut bukan hal yang asing lagi di telinga kita. Karena slogan tersebut sering digembar-gemborkan media mulai dari lagu, cerita, dan film terutama.menurut kamu, berapa banyak cerita yang mengisahkan persatuan dua insan yang dipisahkan oleh tembok keterbatasan? Mulai dari beda kasta sosial, beda tingkat ekonomi, beda negara, beda suku, tanpa terkecuali beda agama. Perbedaan kasta sosial dan tingkat ekonomi bisa dipertipis jaraknya dengan berusaha menempuh pendidikan yang tinggi, sehingga bisa menghasilkan harta yang lebih banyak dan menjalin networking yang lebih luas. Perbedaan negara, tidak menjadi masalah yang berarti jika kamu bisa fasih berbahasa asing dan jika memang kamu menyukai travelling. Perbedaan suku, mengingat sudah banyaknya hubungan silang antarsuku, maka kendala ini tidak menjadi tembok penghalang yang begitu besar. Walaupun imp...

Saat usia menginjak hampir 30, dimana jodohku?

pict : from google


Hari ini adalah hari ulang tahunku yang ke 29. Saat-saat dimana kekhawatiran akan hidup saat memasuki usia 30 bagi seorang wanita lumayan jadi pikiran, embel-embel “life begins at 30” terkadang jadi alasan destruction tersendiri untuk ku. Disaat para sahabat sudah berpasang-pasangan, bahkan ada yang sudah menikah dan sibuk mengurus keluarga kecilnya akan tetapi aku masih merasa sibuk mengurus diri sendiri. Lalu gimana harus menanggapi ketika jodoh belum datang di usia 30 ini? ini beberapa hal baik yang aku rangkum selama sendirian di kamar akhir-akhir ini.


                                                                                pict : from google


Don’t Rush For God’s Secret


Kata-kata ini bisa menjadi postive mindset untukku mengatasi rasa insecure, karena masih single di usia yang terbilang cukup matang ini. Well, every people have their own story, yang mana Tuhan sudah kasih jalan cerita yang berbeda-beda juga jadi ngga usah merasa terburu-buru kalau memang itu belum untukku, batinku dalam hati sambil scroll terus media social ku. Ya m
emang, sih, media sosial menjadi sarana ku untuk tetap terhubung dengan teman lama tapi saat teman sebayaku sudah pada menikah, otomatis unggahan mereka di media sosial juga akan berubah. Mereka yang dulu senang mengunggah yang berhubungan hobi, tempat makan, skincare, atau fashion kini tergantikan dengan unggahan tentang masa-masa indah bersama pasangan atau memposting kelahiran bayi pertamanya. 

Di satu sisi, aku merasa bahagia teman-teman sebayaku sudah memiliki seorang anak bayi mungil yang melengkapi kebahagiaan hidup mereka namun di sisi lain, ada perasaan iri yang hinggap saat aku melihat unggahan tersebut. Ingin rasanya segera menimang seorang bayi layaknya teman-teman sebayaku.




Everything You Need Will Come At The Right Time


“Kapan jodoh aku datang?”

“Besok?”

“minggu depan?”

“tahun depan?”

“atau 5 tahun lagi?”

Buatku yang masih sendiri, memanjatkan doa secara diam-diam dalam setiap ibadah seolah menjadi aktivitas yang tidak pernah terlewatkan. Aku sadar bahwa jodoh tidak datang hanya dengan berusaha, tapi juga perlu meminta kepada Sang Pemilik yang mampu membolak-balikkan hati agar jodoh segera datang. Saat orang lain melihat kalau aku terlalu santai menjalani hidup sendirian, nyatanya aku sedang berjuang untuk memberikan yang terbaik pada diri sendiri tanpa perlu orang lain ketahui. Kadang aku sering bertanya-tanya sendiri dalam diri saking seringnya ditembak pertanyaan “kapan menikah?” oleh teman-teman atau saudara. Hingga akhirnya aku jadi malah menghakimi Tuhan dalam pintaan doa. Hey kamu harus ingat jika sesuatu yang kamu butuhkan akan datang tepat pada waktunya. Jadi, kalau jodoh belum datang di usia 30 ini alias masih menjomblo dengan alasan apapun itu, bukan karena kamu ngga laku, tapi karena yang terbaik belum tepat pada waktunya. Lebih baik menunggu jodoh yang tepatkan daripada hanya asal pilih, hayo pilih yang mana?? So be patient ya bisikku lirih pada hatiku…




Everything Happens For a Reason


Malam minggu menjadi malam yang paling ditunggu oleh pasangan untuk menikmati waktu berdua setelah sibuk dengan kegiatan masing-masing. Dan jalanan penuh dengan lalu-lalang orang yang bergandengan, resto-resto ramai dengan tawa canda dari beberapa pasangan. Keramaian inilah yang sangat aku hindari saat ini. Batinku berkata daripada harus menatap iri mereka, mending aku  berdiam diri di rumah daripada berkeliaran di tempat umum seperti mall, bioskop, atau restoran. Aku harus menciptakan kesenanganku sendiri dengan santai menonton drama atau film dì Netflix sambil menyediakan camilan. YES! everything happens for a reason. Belum menikah di usia 30 bukanlah suatu “aib”. Jadi aku ngga perlu malu hingga bahkan stres sendiri. Semua ada waktunya dan yang pasti ada alasan yang jelas untuk ku. Ambil saja positifnya dengan usia ku yang semakin dewasa, maka secara mentally aku akan lebih siap dan tidak meledak-ledak jika menghadapi masalah rumah tangga kelak. hehe

 


Financially stable


Usia 30 untuk wanita biasanya menjadi usia yang sudah lebih stable dari segi karir dan juga financial. Sambil mencari jodoh datang, ku pikir ngga ada salahnya untuk menyiapkan tabungan masa depan kan? Karena kelak saat nanti waktunya untuk menikah tentunya akan butuh banyak biaya untuk menata kehidupan baru. Dan masalah finansial yang lebih siap tentunya akan mengurangi tingkat perselisihan akibat masalah ekonomi di dalam rumah tangga bukan? Fokus ku kali ini harus lebih ke arah yang membangun diri ku sendiri untuk bangkit dan tidak terlalu berlarut-larut dalam kesedihan karena masih single di usia segini.

 

Meski teman-teman  yang lain sudah bahagia dengan keluarga kecilnya, akupun harus berjuang untuk mendapatkan kebahagiaan yang sama. Aku akan memilih untuk mencari kebahagiaan sendiri dengan berbagai macam aktivitas seperti berpetualang sendiri ke tempat baru, menonton konser idola, atau melakukan liburan ke beberapa negara sekaligus. Hal-hal yang membuat ku lebih bahagia dengan mengalihkan pikiran dari tuntutan akan jodoh. 

"Belum juga berjodoh belum tentu kamu nggak laku, lho, Yun. Mungkin saja waktunya belum tepat untukmu. Toh, pada akhirnya kamu harus tetap bahagia meski sendirian." bisikku pada hati dan pikiran yang akhi-akhir ini sering bergolak karena kekhawatiran akan menua dan sendiri. Nah diantara para pembaca blog-ku ini apakah ada yang merasakan hal yang sama? yuk sharing di kolom komentar, aku akan senantiasa membaca dan membalas komentar dari kalian semua :)

 

 

Komentar

  1. bagus banget tulisannya, semoga kita semua di segerakan bertemu dengan pasangan kita yang di tetapkan oleh Allah SWT , aamiin

    BalasHapus
  2. Aku udah baca, aku yakin kamu wanita kuat iyun. Semua hal yang ada di diri kamu itu indah, kamu pintar, cerdas, banyak bakatnya. Bangkit ya! Badai gak selamanya bergemuruh, suatu hari pasti akan berhenti. Jangan selalu merasa bahwa kamu tidak di cintai, banyak orang mencintai dan menyayangimu di sekitarmu. Coba liaht sekeliling , teman, keluarga, juga aku. Jangan lupa bahagia, Selamat ulang tahun yang ke 29 ya. Semoga semua mimpi mu perlahan terwujud satu persatu. Amin

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cinta Beda Agama? Bolehkah?